Jum'at Bersih Bersama Anak Sekolah

(9/2) Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si. memimpin langsung Kegiatan Jum'at Bersih pada Pukul 7.00 Tanggal 9 Februari 2018. Kegiatan Jumsih yang dilaksanakan di Jalan Utama Kecamatan Campakamulya antara Baros sampai dengan Kupel dibantu oleh siswa-siswi sekolah yang di wilayah tersebut. Sekoah yang ikut dalam kegiatan ini adalah: SMK Bina Insan Campakamulya dan SDN Bojongkopo. SMK BIC dipimpin oleh Gurunya yaitu Galih, sedangkan SDN Bojongkopo dipimpin oleh Gurunya, Jajun Kuswara.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh pegawai kecamatan Campakamulya, Sekmat, Kasi PPM, Kasubag Umpeg, Kasubag Perencanaan dan Keuangan dan Para Pelaksana. Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:



Untuk video silahkan tonton di bawah ini:

Curug Tilu Terkini

(8/2) Setelah melaksanakan briefing pegawai pukul 14.30 WIB, Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si. mengajak Kasi PPM dan Operatol Santel untuk mengunjungi Curug Tilu. Hal ini bertujuan untuk meninjau kemajuan penataan destinasi wisata baru di Campakamulya tersebut. Penataan saat ini, sedang membangun bangunan pesanggarahan dan pengaturan para pedagang yang sudah membangun "tenda biru" di pingir-pinggir jalan masuk menuju Curug Tilu.

Pembangunan Pesanggarahan baru mencapai 60 %, bangunan yang dibuat dari kayu tersebut sudah bisa menaungi wisatawan yang kebetulan kehujanan di Curug Tilu. Para pedagang sudah hampir bisa diatur oleh para perangkat desa. Sepulangnya dari Curug Tilu, Pak Camat menemui para warga yang sedang "meriung" dipinggir jalan Citiis. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mensosialisasikan kegiatan GOROL untuk memperbaiki jalan utama menuju Curug Tilu dan diprediksi jalan yang akan diperbaiki sejauh 850 meter.

Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:


Stunting menjadi fokus pembahasan di Rakor Februari 2018

(8/2) Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan Campakamulya Bulan Februari 2018 pada Hari Kamis, 8 Februari 2018. Rakor yang dilaksanakan di Sekretariat PGRI Cabang Campakamulya membahas tentang penanganan stunting di Desa Sukabungah.

Pada rakor ini juga dibahas mengenai Pelaksanaan MTQ, Keamanan dan Ketertiban, Kegiatan Sholat Subuh dan Ashar berjamaah serta penataan curug tilu. Setelah Rakor selesai, pegawai kecamatan langsung diadakan briefing pegawai. Berikut beberapa poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:


Worldbank Kunjungi Stunting Sukabungah

(7/2) Desa Sukabungah yang menjadi Fokus Penanganan Stunting kembali dikunjungi oleh pihak terkait. Kali ini Perwakilan dari Worldbank mengunjungi Desa Sukabungah pada Hari Rabu, 7 Februari 2018. Tim Worldbank yang didampingi oleh Fasilitator Kabupaten GSC Cianjur bertemu dengan Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si dan Kasi PPM, Deny Oktoriyana di UPK Cipta Lestari yang kebetulan sedang melaksanakan MAD Pertanggungjawaban 2017. Dalam pertemuan ini didiskusikan mengenai sejauhmana perhatian pemerintah di tingkat Kecamatan dalam penanganan stunting.

Selanjutnya Tim Worldbank meneruskan perjalanan ke Bale Desa Sukabungah untuk bertemu dengan Pemerintah Desa dan mendiskusikan tentang proses perencanaan penanganan stunting di tingkat desa. Selesai itu, dilanjutkan FIGD ke sasaran bersama Bidan Desa, Bagian Gizi Puskesmas, Kader Posyandu. FK GSC Kecamatan dan perangkat Desa.

Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:



BKAD Gelar MAD Pertanggungjawaban Tahunan UPK Cipta Lestari

(7/2) Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD), yang diketuai oleh Asep Kikin mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Pertanggungjawaban Tahunan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Cipta lestari pada Rabu, 7 Januari 2018. MAD yang dibuka secara langsung oleh Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si. dilaksanakan di Aula UPK Cipta Lestari dan dihadiri oleh utusan dari 5 desa yang ada di Kecamatan Campakamulya.

MAD ini menggelar pertanggungjawaban kegiatan UPK yang diketuai oleh Dadan Hasanudin dalam setahun kebelakang, yaitu Tahun Anggaran 2017. Berikut Beberapa poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:

https://photos.app.goo.gl/Bf32rSAzbwn1LDyB3

Penanganan Stunting yang Holistik Integratif

(7/2) Pemerintah Kabupaten Cianjur melaksanakan Sosialisasi dan Advokasi Intervensi Stunting Secara Holistik Integratif pada Rabu, 7 Februari 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Cianjur tersebut dihadiri oleh Dinas terkait, Rumah Sakit, Puskesmas, Kecamatan dan Organisasi Masyarakat. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Wakil Bupati Cianjur, H. Herman Suherman.

Dalam laporannya, Kepala Puskesmas Campakamulya, TB. Wahyu Rahayu dan Kepala Seksi Trantib dan Kesra Kecamatan Campakamulya yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebutkan hasil dari kegiatan tersebut: " Dalam penanganan Stunting harus serius" ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Sedangakan Wakil Bupati Cianjur mengatakan: " ....dalam penanganan stunting yang holistik dan integratif mencakup diantaranya: makan makanan bergizi, perbaikan/pembangunan sanitasi lingkungan, stop buang air besar sembarangan, pembuatan RTL......"

Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:

https://photos.app.goo.gl/DbEwo5dqqohRNXdN2

Campakamulya Raih Peringkat 3 Partisipasi PMI

(6/2) Palang Merah Indonesia Kabupaten Cianjur melaksanakan Penutupan Bulan Dana PMI Tahun 2017 dan Musyawarah Kerja PMI Tahun 2018 pada Selasa, 6 Februari 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat PMI Cianjur, Jl. Pangeran Hidayatullah, Cianjur tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Cianjur, H. Herman Suherman.

Ada yang unik dari kegiatan yang dihadiri oleh Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si dan Sekretaris PMI Kecamatan Campakamulya, Deny Oktoriyana, yaitu: Kecamatan Campakamulya menjadi Peringkat Ketiga tercepat Partisipasi Kupon PMI pada Tahun 2017.

Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:

https://photos.app.goo.gl/hvllbbht9txcwMi22

Campakamulya ikuti Rakornas DD Padat Karya

(1/2) Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP.,M.Si. dan Kepala Desa Sukabungah, Agus Ramlan, S.Pd. mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah dan Desa Dalam Pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa di Hotel Sahid, Jakarta. Rakor yang diadakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia itu dilaksanakan sejak Rabu s.d. Jum'at, 31 Januari 2018 s.d. 2 Februari 2018.

Rapat Koordinasi ini dimaksudkan untuk membangun komitmen serta koordinasi dan sinergisitas antara pemerintah, pemerintah daerah serta pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui padat karya tunai desa, khususnya dilokasi 100 desa di 10 kabupaten/kota prioritas yang merupakan desa dengan permasalahan sosial ekonomi yang harus diatasi dengan segera. Dan di Sukabungah terintegrasi mengenai Fokus Penanganan Stunting.

Rakor ini dibuka oleh Menteri PMK, Puan Maharani, narasumber: Mendagri, Mendestrans, Wakil Menkeu, dan Bappenas. Adapun peserta rakor yang hadir adalah Gubernur, Bupati, Kepala Dinas pemberdayaan, Camat, Kepala Desa, BPD dan Pendamping Profersional P3MD.

berikut beberapa dokumetasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:


Harewos Si Cepot: Stop Generasi Stunting di Indonesia

Stunting terjadi akibat kekurangan gizi berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Riskesdas 2010 meyebutkan bahwa 35,6% balita  di Indonesia mengalami masalah stunting, artinya hampir separuh balita kita memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar tinggi badan balita seumurnya.

Sungguh disayangkan, masyarakat kita masih belum menyadari masalah ini karena memang anak pendek umum terlihat di masyarakat sebagai anak-anak dengan aktivitas yang normal, tidak seperti anak kurang gizi. Padahal tahukah anda bahwa stunting pada anak dapat berakibat fatal bagi produktivitas mereka dimasa dewasa? Penelitian membuktikan bahwa kemampuan membaca anak yang pendek lebih rendah dibandingkan anak normal, dan pada saat mereka dewasa produktivitas anak yang pendek lebih rendah dibandingkan dengan anak yang normal (Martorell, 2007).

Upaya advokasi diharapkan dapat membuka wawasan para pengambil kebijakan untuk membuka peluang upaya pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan masalah stunting. Advokasi juga ditujukan pada pemuka masyarakat untuk membantu pendekatan pada masyarakat dalam membangun kesadaran pentingnya pemenuhan gizi terutama pada ibu hamil dan bayi hingga usia 2 tahun. Advokasi baru menjadi langkah awal dan tidak mungkin langsung merubah keadaan menjadi lebih baik, butuh proses serta komitmen dari semua pihak yang bersinggungan dengan masalah stunting sehingga kita siap membangun generasi yang lebih baik dan siap menyongsong masa depan. (boed/Fk GSC)

Program Generasi Sehat Cerdas

Sehubungan dengan Pemerintah telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Penanganan Stunting pada bulan Agustus 2017, yang menekankan pada  kegiatan konvergensi di tingkat Nasional, Daerah dan Desa, untuk memprioritaskan kegiatan intervensi Gizi Spesifik dan Gizi  Sensitif pada 1000 hari pertama kehidupan hingga sampai dengan usia 6 tahun. Kegiatan ini diprioritaskan di 100 kabupaten/kota di tahun 2018.

Program Generasi telah memberikan model dukungan kegiatan dan layanan konvergensi dalam penanganan stunting di tingkat desa. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Generasi telah melibatkan berbagai pihak dan kader kesehatan di desa. 

Peranan Program Generasi Sehat Cerdas dalam percepatan penurunan Stunting di lokasi prioritas penanganan stunting adalah untuk memperkuat upaya penanganan stunting melalui peningkatan kapasitas dan pengorganisasian masyarakat dengan memperkuat integrasi perencanaan pembangunan desa berbasis pengarusutamaan pelayanan sosial dasar, alih kelola hasil kegiatan GSC dan standar layanan dasar. 

Strategi pelaksanaan Program Generasi Sehat dan Cerdas dalam upaya penanganan dan penurunan stunting, yaitu :
1. Menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui:

    - Pendampingan Perencanaan Partisipatif 
    - Optimalisasi peta sosial (social Mapping) dan diagnosa masalah kesehatan ibu dan anak. 

2. Pemberian Dana Operasional untuk meningkatkan kapasitas dan kepedulian masyarakat terhadap 
    masalah stunting. 
3. Kolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan dan sektor terkait lainnya, terutama dalam 
    Pelatihan bagi Tenaga Kesehatan/Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) kepada Bidan         
    Desa  dan Kader Posyandu, Pemicuan Sanitasi. 
4. Kampanye Perubahan Perilaku dengan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat. 
5. Menyediakan indikator untuk pemantauan layanan Kesehatan Ibu dan Anak 
6. Peningkatan peran kader desa sebagai kader pembangunan manusia (Human Development Workers/HDW) untuk penanggulangan stunting

Kegiatan GSC untuk mendukung Gerakan perbaikan Gizi (1000 HPK) dibagi kedalam dua intervensi, yaitu 
1. Intervensi gizi spesifik
    a. Memastikan terjadinya layanan dasar kepada seluruh sasaran yang meliputi: imunisasi, PMT 
        ibu  hamil KEK dan balita BGM, IMD, pemberian Vitamin A,  Monitoring pertumbuhan balita 
   b. Memastikan terlaksananya konseling gizi dalam kelas Ibu Hamil dan Orang tua yang memiliki 
        bayi 0-23 bln.
   c. Sasaran: Khusus kelompok 1.000 HPK (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak usia 0-23 bulan).

2. Intervensi Gizi sensitif
    a. Mendorong kepedulian desa dalam menangani masalah kesehatan ibu dan anak melalui 
        penganggaran APBDes.
   b. Kegiatannya a.l. Kebun Gizi (bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan), 
        Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak (termasuk PHBS), Pelatihan pengelolaan pangan lokal,  
        peningkatan kapasitas kader posyandu, pelatihan guru PAUD, penyediaan fasilitas Posyandu 
       dan PAUD, 
   c. Melakukan monitoring bulanan pencapaian layanan dasar kesehatan ibu dan anak 
  d. Sasaran: Keluarga dan masyarakat
      Peranan GSC Tingkat desa adalah Memperkuat data permasalahan kesehatan ibu dan anak dan layanan PAUD di tingkat desa ,Fasilitasi diagnosa masalah kesehatan ibu anak melalui optimalisasi peta social, Meningkatkan komitmen aparat desa dalam menangani masalah kesehatan ibu anak dan PAUD (Perdes), Mendorong pemanfaatan APBDes untuk kegiatan kesehatan Ibu anak & PAUD. 

(Boed/FK GSC)

CAMAT CAMPAKAMULYA