Berdirinya Kecamatan Campakamulya




Kecamatan Campakamulya merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Cianjur pemekaran dari Kecamatan Campaka. Berdirinya Kecamatan Campakamulya diawali dengan berdirinya Perwakilan Kamantren Campakamulya pada Tanggal 21 Mei 1983 yang diresmikan oleh Bapak Camat Moch. N. Sopandi disaksikan oleh Tripida, Kepala Dinas, Jawatan dan instansi, Darma Wanita, Pertiwi KecamatanCampaka, dihadapan masyarakat 5 desa bertempat di Lapang Rawabeureum dan sekaligus dan sekaligus Bapak Camat Sukanagara Burdah Atori, B.A., bersama Tripida dan para Kepala Dinas, Jawatan, Instansi Dharma Wanita Pertiwi Kecamatan Sukanagara, meyerahkan MPP Kamantren Campakamulya.

Pada Tahun 2001 ditetapkan menjadi Kecamatan Campakamulya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 37 Tahun 2001 tanggal 29 Januari 2001  tentang Pembentukan Kecamatan Campakamulya. Dan Camat Pertamanya adalah Bapak SIDDIK SUMADISASTRA, B.A.

Kecamatan CAMPAKAMULYA terletak pada 7° 4' 0" Lintang Selatan, 107° 11' 0" Bujur Timur. jaraknya + 49,5 Km dari Ibu Kota Kabupaten,  Dengan batas  wilayah sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kecamatan Sukanagara dan Kecamatan Campaka
Sebelah Utara : Kabupaten Bandung Barat dan Kecamatan Campaka
Sebelah Timur : Kabupaten Bandung Barat 
Sebelah Selatan: Kecamatan  Pagelaran

Kondisi Administratif terdiri dari 5 Desa, 19 Dusun, 25 Rukun Warga dan 122 Rukun Tetangga. Luas wilayah kecamatan 5.793,8 Ha, berada pada daerah perbukitan 700 - 1100 m dpl, dengan jenis tanah latosol berwarna merah,coklat dangkal  dan berhumus dengan curah hujan rata rata lebih dari 127,75 mm/tahun, dengan suhu maksimal 230 C bulan basah antara Oktober sampai dengan Maret sedangkan bulan kering terjadi pada bulan April sampai dengan September.

Adapun Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Campakamulya adalah sebagai berikut:

1. SIDDIK SUMADISASTRA, B.A.
2. R. NUNUNG RAHMAT, S.H., M.Si. (2006 - 2008)
3. YADI HAENURYADIN, B.A. (2008 s.d. Agustus 2011)
4. PUJO NUGROHO, AP. M.Si.(Agustus 2011 s.d. Desember 2012)
5. Drs. SUGENG SUPRIYATNO (Desember 2012 s.d. 30 Januari 2015)
6. ARIS HARYANTO, AP., M.Si. (30 Januari 2015 s.d. 7 Juli 2017)
7. IYUS YUSUF, S.STP., M.Si. (7 Juli 2017 s.d. 23 Juli 2018)
8. EDI SUHERMAN, S.IP. (Pelaksana Teknis Camat) (24 Juli 2018 s.d. 21 November 2019)
9. CANDRA DWI KUSUMAH, SH. (22 November 2019 - sekarang)


Sidik Sumadisastra, Bc.Hk.
(alm) (2000 - 2008)

R. Nunung Rahmat, SH., M.Si
(2006 – 2008)
Yadi Haenuryadin, B.A. 
(alm) (2008 – 2011)
Pujo Nugroho, AP., M.Si
(2011 – 2012)
Drs. H. Sugeng Supriyatno
(2012 – 2015)
Aris Haryanto, AP., M.Si.
(2015 – 2017)
Iyus Yusuf, S.STP., M.Si.
(2017 - 2018)
Edi Suherman, S.IP.
(Plt. 2018 - 2019)
Candra Dwi Kusumah, SH
(2019 - sekarang



sejarah ini masih terus dikembangkan dengan terus mencari sumber-sumber dari kearsipan.



10 Tradisi yang menyertai Bulan puasa di Campakamulya

Untuk mengisi bulan puasa, daripada ghibah lebih baik menganalisis tradisi-tradisi yang sering dilaksanakan di sekitar kita. Mungkin istilah tradisi ini hanya berlaku di suatu daerah/kampung saja, di daerah/kampung lainnya berbeda nama. Mohon dimaafin aja yah, nah kalau berkenan bisa disebutkan di kolom komentar apabila ada perbedaan atau ada tambahan lainnya.

Berikut beberapa istilah tradisi yang menyertai bulan ramadhan dan lebaran di Campakamulya:

1. Papajar
Merupakan Tradisi piknik menjelang melaksanakan puasa di bulan ramadhan. Tradisi ini biasa dilakukan sampai 2 hari menjelang puasa. Papajar merupakan istilah pergeseran dari tradisi berziarah ke makam orang tua, yaitu ka pajaratan. Setelah berdo’a untuk yang sudah meninggal keluarga berkumpul diluar kompleks makam untuk melaksanakan makam bersama.

2. Nyekar
Dikarenakan papajar sudah bergeser pengertianya, maka istilah untuk berziarah ke makam orang tua menjadi nyekar. Nyekar biasanya dilaksanakan 2 sampai 1 hari menjelang bulan puasa.

3. Munggahan
Istilah ini merupakan kumpul bersama keluarga dirumah orang tua pada malam pertama menjelang puasa. Pada munggahan ini, keluarga akan taraweh bersama dan besoknya sahur bersama. 

4. Ngabeubeurang
Istilah ini adalah kegiatan menunggu waktu dzuhur, baik itu main, masak kue, mengaji atau apapun yang sifatnya mengisi waktu sampai dengan dzuhur

5. Ngabuburit
Istilah ini sudah menjadi istilah populer, kegiatan yang dilaksanakan menjelang buka puasa ini banyak orang mengerjakan dan menyebutkannya.

6. Lilikuran
Merupakan istilah untuk beri’tikaf di masjid ketika puasa sudah memasuki tanggal 21 sampai dengan akhir ramadhan

7. Poe Motong
Merupakan istilah 2 hari menjelang lebarang, dimana para bandar/pengusaha menyembelih domba, kambing, kerbau ataupun sapi dan dagingnya untuk dijual;

8. Poe Pasar
Karena di Campakamulya, kegiatan pasar hanya dilaksanakan sekali seminggu yaitu pada hari selasa tiap minggunya, untuk keperluan lebaran kegiatan pasar ditambah 1 hari menjelang lebaran

9. Nganteran
Merupakan istilah saling mengantarkan makanan khas lebaran hasil masak yang dikemas dalam rantang sebagai tanda silaturahmi. Sekarang Nganteran bukan hanya makanan hasil masak dalam rantang saja, akan tetapi bisa juga makanan kalengan.

10. Ngadu lodong
Merupakan istilah untuk perang suara dari suara karbit yang dicampur air di dalam bilah bambu. Biasanya dilaksanakan pada malam takbir. Yang sudah terpantau oleh admin kegiatan ini biasa dilakukan adalah di Desa Cibanggala. 



Curug Terekel: Wisata Air Terjun di Campakawarna Campakamulya

Curug Terekel Campakawarna
(17/3) Camat Campakamulya, Aris Haryanto, AP., M.Si. kembali mengajak Tim Ekspedisi pencarian destinasi wisata Kecamatan Campakamulya untuk melakukan eksplore pencarian destinasi wisata baru di Campakamulya. Jum'at tanggal 17 Maret 2017 sekitar pukul 9.30, Camat Campakamulya beserta Tim didampingi oleh para perangkat Desa Campakawarna segera menuju Lokasi Curug Terekel.

Curug Terekel merupakan sebuah tujuan wana wisata air terjun yang berada di dalam Cagar Alam Cadas Malang. Curug ini sudah terkenal di sekitar Kecamatan Campakamulya bahkan hampir ke seluruh Kabupaten Cianjur. Namun, keberadaan curug ini belum begitu tertata dengan rapi, dikarenakan kesulitan pengembangan apabila masih berada di bawah pengelolaan Cagar Alam. 

Pemerintah Desa Campakawarna yang disuport langsung oleh Bupati Cianjur melalui Pemerintah Kecamatan Campakamulya, mulai berusaha mengembangkan penataan curug ini. Dimulai dengan pembentukan kepanitiaan yang langsung di ketuai oleh Ketua BPD Campakawarna untuk segera menghubungi berbagai pihak yang berkompeten, terutama Pihak Cagar Alam Cadas Malang.

Curug Terekel berada di Cagar Alam Cadas Malang, Kedusunan Cadas Malang Desa Campakawarna Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur. Curug ini berasal dari aliran Sungai Muara Tilu yang menjadi batas alam antara Desa Campakawarna Kecamatan Campakamulya dan Desa Mekarjaya Kecamatan Campaka. Untuk Alamat di Google map dan Titik Lokasi di peta-peta digital, daerah ini masih terdeteksi Desa Cidadap, Kecamatan Campaka. Adapun untuk di Facebook, curug terekel beralamat di ciharum.

Untuk Alamat Curug ini di Google maps klik:  https://goo.gl/maps/wHbPpkuuz1J2
dan petanya adalah:


Berikut video yang berkaitan dengan curug tersebut:

Curug Tilu Sukabungah Campakamulya

(30/1) Sebuah destinasi wisata baru yang masih alami dan baru dilihat sebagai sebuah tujuan wisata yang mempunyai potensi yang sangat tinggi. Sebuah air terjun berundak 3 berlokasi di Lembah Batugede, Kp. Batugede Desa Sukabungah Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Air terjun alami berair bening dengan undak pertama setinggi 15 meter, undakan kedua setinggi 5 meter dan undakan ketiga setinggi 3 meter.

Ketika Tim 4 yang dipimpin langsung oleh Camat Campakamulya, Aris Haryanto, AP., M.Si., dan diawaki oleh Kasi PPM, deniwildan dan 2 orang pelaksana Yudi "perbakin" Rahtiawan dan Mama Menak Entis Sutisna langsung meninjau lokasi air terjun. Tim 4 langsung merencanakan pengembangan lebih lanjut untuk air terjun ini.

Berikut beberapa poto dan video yang berkaitan dengan ini:





Pergantian Pasukan di Campakamulya

(17/12) Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan Peleton Beranting Yudhawastu Pramukha Jaya Tahun 2015. Kegiatan rutin TNI tersebut merupakan salah satu acara napak tilas perjalanan Jenderal Besar Sudirman. Pasukan TNI membawa amanat untuk diserahkan dan dijaga ke setiap Pasukan berbeda di tiap daerah dan salah satunya di Kp. Sadarmanah Desa Campakamulya Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur.

Kegiatan Penerimaan Batalyon Infanteri 310 Raider dan Pelepasan Batalyon dari Bandung Barat dilaksanakan di Lapangan SDN Sadarmanah, Selain Kegiatan Upacara serah terima amanat, didahului oleh kegiatan Bakti sosial Anggota TNI, dengan membangun jalan masuk ke Mesjid yang sedang dibangun yang bersebelahan dengan Lapangan tempat Acara dilaksanakan. Adapun sejak Pukul 10.00 hari kamis ini, dilaksanakan hiburan untuk rakyat berupa organ tunggal.

Pasukan Batalyon Raider 310 diterima dan diiringi oleh Marchingband SMPN 1 Campakamulya dipimpin langsung Kepala Sekolahya, Bapak Ajan Sujana dan pelatihnya Asep Irwan. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Campakamulya, Dan Polsek Campaka, Para Kepala OPD dan Para Kepala Desa. Adapun sebagai Perwira Upacara adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cianjur, Bapak Dadan Wildan.

Masyarakat dari berbagai elemen dan kampung di Campakamulya begitu antusias memenuhi pinggir-pinggir jalan dan lapangan di Sadarmanah. Berikut beberapa poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:

Jadwal Imsakiyyah Ramadlan 1434 H


Jadwal Imsakiyyah

Setelah hiruk pikuk penentuan awal puasa atau penentuan Tanggal satu untuk Ramadlan Tahun 1434 H, maka diputuskan oleh Pemerintah melalui Sidang Isbat bahwa tanggal 1 (satu) Ramadlan 1434 H pada Hari Rabu Tanggal 10 Juli 2013 M. Walaupun ada perbedaan dengan beberapa organisasi islam yang mempunyai teknik dan metode yang lain mengenai penentuan awal puasa dan lebaran, akan tetapi ini tidak menjadikan hal ini sebagai halangan untuk berpuasa. Justru hal ini merupakan kekayaan perbedaan yang menyebabkan agama Islam merupakan Rahmatan Lil 'Alamin, Karena perbedaan itu merupakan anugerah yang menjadi indah untuk dipersatukan.

Berikut Jadwal Imsakiyyah hasil link dari Rukyatul Hilal Indonesia:





Berikut Jadwal Imsakiyyah dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cianjur:
 
Jadwal Imsakiyyah Ramadlan 1434 untuk Cianjur

Akhirnya, admin CIBANGGALAnet mengucapkan Mohon maaf atas segala kesalahan, Selamat Menjalankan ibadah Puasa 1434 H. Semoga Ramadlan Tahun ini menjadi Ramadlan yang penuh berkah dan keselamatan. Amiin.

Tugu Batu Gede: Aset Sejarah Campakamulya yang terlupakan

Batu Gede: Aset Sejarah Campakamulya
yang terlupakan
Tugu ini merupakan sebuah peringatan yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia pada Tahun 1977, tugu ini dibangun sebagai pengingat kepada generasi sekarang, bahwa di Daerah Campakamulya (sekarang), Desa Cibanggala (dulu) telah terjadi perjuangan yang sangat heroik dari Tentara Nasional Indonesia dibantu Masyarakat demi mempertahankan Kemerdekaan  dari rongrongan Hindia Belanda.

Pembangunan tugu ini didasarkan pada peristiwa penyergapan Batu gede oleh Pasukan Hindia Belanda terhadap para anggota TNI maupun masyarakat pendukung kemerdekaan (TKR). Berawal dari ketidakkuasaan pasukan Belanda yang bermarkas di Pasir Gobang Kecamatan Campaka untuk menundukan kesatuan tentara Indonesia yang bermarkas di Kp. Warungkadu Desa Campakamulya (sekarang). Pasukan Belanda terlibat pertempuran di Gunung Angsana (Kecamatan Gunung Halu, KBB, sekarang) dan Pasukan Indonesia (TNI dan Rakyat) bertahan di daerah Kampung Cisokan (Terminal Cisokan, sekarang).  Peperangan tersebut sangat merugikan pihak Belanda, karena Pasukan Republik tidak dapat ditumpas sampai habis, Pasukan Republik bertahan dan bermarkas di Warungkadu. 

Berawal dari pertempuran tersebut, pasukan Belanda selalu mengadakan operasi militer pembersihan terhadap unsur-unsur Tentara Republik yaitu dengan cara patroli dengan regu-regu kecil menyusur kaki Gunung Angsana, yaitu sebelah Utara Desa Campakawarna sekarang. Hal ini juga demi mengamankan jalur perekonomian Perkebunan Panyairan ke Pusat Pemerintahan Belanda di Bandung.

Suatu ketika, Sebuah regu Belanda yang sedang patroli yang berjumlah sekitar Sepuluh orang mempunyai informasi, bahwa beberapa orang Pentolan Tentara Republik dan rakyat (4 orang) membawa informasi penting dari Cianjur dan Tentara tersebut adalah Letnan Kartija, bah ipit, bah inan dan bah oman. Dengan menyamar sebagai masyarakat biasa pemetik teh mereka menuju markas Tentara. 

Pasukan Belanda berada di atas bukit di balik batu gede, dan para pejuang bejalan dengan hati-hati dari kp. Warungkaret. Dengan tiba-tiba diberondonglah mereka oleh patroli Belanda, Letnan Kartija yang membawa Senapan dibalik Bajunya pun mebalas, namun apa daya jumlah patroli belanda lebih banyak. Setelah dikepung dan tembak menembak selama kurang lebih 15 menit pasukan kecil Letnan Kartija tercerai berai. Letnan Kartija ditangkap oleh 5 Orang Patroli Belanda, diberondong dengan peluru namun tidak kena, atau malah tidak mempan. Setelah ditangkap dibukit kecil depan batu gede maka Letnan Kartija dieksekusi dengan pedang. Dan bah ipit gugur diberondong, bah inan ditebas oleh pedang juga dan gugur di bawah pohon kupa yang sekarang bernama Kp. Cikupa. Akan tetapi Bah Oman, lari menyelamatkan diri dan segera menuju markas tentara di Warungkadu melalui jalan Gunung Karang.

Berikut adalah  video yang dibuat oleh Tim 4 Pameran Pendidikan Kecamatan Campakamulya:


 atau dapat langsung diunduh klik disini

Sejarah Cibanggala

view di Ciheranggirang Desa Cibanggala
Sejarah Cibanggala ini masih terus dikembangkan, admin masih terus mencari dan meneliti sejarah Cibanggala ini dengan menghubungi tokoh-tokoh masyarakat di Kecamatan Campakamulya dan dari berbagi sumber literatur baik buku maupun situs online.  Penulisan sejarah ini bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan Cibanggala yang sekarang telah menjadi Kecamatan Campakamulya.  Penulisan sejarah ini akan dituliskan asli dari sumbernya tanpa mengembangkan atau menyatukannya dari berbagai sumber tersebut. Mudah-mudahan setelah penulisan ini akan ada berbagai penelitian dan penulisan sejarah secara resmi. terima kasih dan mohon bantuannya.
   
Bagi kawan-kawan yang mengetahui sejarahnya atau mengetahui orang-orang yang bisa memberikan informasi tentang sejarah cibanggala, silahkan untuk memberikan komentar di Box Komentar atau email ke denyoktoriyana@gmail.com. atau ke pem.pm.cm@gmail.com
         
I. Sumber: Arsip Surat Kepala Perwakilan Kamantren Campakamulya,
    Nomor: 474/141/Pm/1984 tanggal 2 Juni 1984 Perihal: Usul Nama Kecamatan


Memperhatikan usulan dari beberapa tokoh yang ditunjang pula oleh masyarakat banyak dan memperhatikan pula historis Desa Cibanggala kini telah menjadi 5 desa dan merupakan 1 (satu) kamantren yaitu Kamantren Campakamulya Perwakilan Kecamatan Campaka.

berdasarkan data-data yang dapat kami kumpulkan dan disusun merupakan sejarah Desa Cibanggala, adalah sebagai berikut:

syahdan pada Tahun 1813 terjadi krisis keluarga di Kerajaan Sukapura karena ulah sang raja yang akan kawin memadu seorang putri dari Keluarga Kerajaan Sumedang.
dengan adanya ulah Sang Raja tersebut, maka salah saeorang dari lingkungan keluarga kerajaan yang tidak menyettujui maksud raja bernama Rd. Surasadana, dengan dibekali kebulatan hati dan penuh nekad beliau pergi meninggalkan Keraton Kerajaan Sukapura untuk berkelana tanpa tempat tujuan disertai ikrar untuk meninggalkan segala hubungan yang ada kaitannya dengan urusan kerajaan dan bertekad untuk menghilangkan kaitannya sebagai keturunan raja (bangsawan kerajaan) yaitu akan mengalihkan profesinya dari keturunan raja menjadi petani.

sehingga tujuan  beliau adalah tempat yang cocok untuk dijadikan pertanian, setelah beberapa tahun lamanya Rd. Suradana berkelana dengan berpindah-pindah tempat akhirnya beliau sampailah di Daerah Cibanggala.

Setelah berada di Cibanggala, sesuai dengan niatnya Rd. Surasadana terus menyingsingkan lengan baju untuk memulai membuka tanah baru guna dujadikan sawah dan ladang. Segala Ilmu Pertanian yang dimilikinya dipraktekannya bersama-sama dengan masyarakat setempat. Meskipun pada waktu itu cara-cara mengolah tanah tidak seperti  jaman modern sekarang, yaitu dengan berpindah-pindah lokasi dan tanpa adanya pengairan yang teratur namun meskipun mereka cara bertani sedemikian rupa, namun hasilnya cukup melimpah, maklum tanah yang baru digarap masih sangat subur dan jumlah penduduk yang masih sedikit.

Dengan adanya Rd. Surasadana sebagai pelopor pembaharuan di segala aspek kehidupan dengan hasil yang nyata, maka nama beliau telah dikenal luas oleh masyarakat disekitarnya. Rd Surasadana telah berhasil menciptakan suatu perubahan kehidupan masyarakat ke arah kemajuan di bidang pertanian khususnya dan di bidang kehidupan lain pada umumnya.
Akhirnya timbullah keinginan masyarakat untuk lebih meningkatkan lagi keberhasilan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih maju secara terkoordinir dengan membentuk pemerintahan desa. Secara otomatis jelas Rd. Surasadana lah yang diangkat menjadi kepala Desa, hal ini dapat dipahami, sebab di samping beliau telah menunjukan kepemimpinannya yang berhasil, juga masyarakat telah mengetahui bahwa beliau itu adalah seorang keturunan bangsawan kerajaan.

Pada tanggal dan bulan yang tidak diperoleh keterangan yang jelas du Tahun 1835 seluruh masyarakat Cibanggala meresmikan Cibanggala sebagai Desa yang sekaligus menunjuk dan mengangkat Rd. Surasadan secara aklamasi sebagai kepala desa yang pertama.

PENGAMBILAN NAMA CIBANGGALA SEBAGAI NAMA DESA
Cibanggala ditetapkan sebagai nama desa. Seperti yang telah diceritakan bahwa cara mengolah sawah pada waktu itu berbeda dengan cara sekarang waktu itu tiap musim swah yang diolah selalu berpindah tempat. Namun setelah diketemukannya sumber air yang dapat disalurkan dengan teratur, maka sistim penggarapan tersebut mulai ditingalkan.

Sungai Cibanggala lah (sungai kecil yang telah dikenal lama oleh masyarakat) yang sekarang menjadi sumber air pertama yang mereka temukan untuk mengairi sawah-sawah secara teratur di kawasan itu. Berkat air dari sungai Cibanggala yang dapat disalurkan secara teratur ke sawah-sawah, hasil pertanian semakin meningkat, sehingga hasilnya saja hanya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, tapi juga dapat dikirim ke luar daerah untuk dituka-tukarkan dengan segala kebutuhan lainnya.

Hakekatnya Allah SWT dengan disertai sareatnya Sungai Cibanggala telah mendatangkan kemakmuran penduduk setempat, maka desa yang pertama didirikan itu diberi nama Desa Cibanggala.

Urutan kepala desa dari Tahun 1835, adalah sbb:
1       Tahun 1835 – 1844   = R. Surasadana
2.       Tahun 1844 – 1851   = Anggawiria
3.       Tahun 1851 – 1876   = Raksamanggala (H. Durachman)
4.       Tahun 1876 – 1896   = Sutadipura (H. Gopur)
5.       Tahun 1896 – 1912   = Surya Wiria
6.       Tahun 1912 – 1913   = Sutamanggal (H. Gojali)
7.       Tahun 1913 – 1938   = H. Nawawi
8.       Tahun 1938 – 1941   = Wijaya Brata
9.       Tahun 1941 – 1949   = O. Surajaya
10.   Tahun 1946 – 1949     = Hariwijaya (recomba) Penjajah
11.   Tahun 1949 – 1957     = O. Hasanudin
12.   Tahun 1957 – 1973     = H. Ach. Hasanudin
13.   Tahun 1973 – 1976     = O. Mustopa (Cibanggala)
14.   Tahun 1976 terjadi pemekaran desa

Desa Campakawarna Tahun 1976 Amir Suhanda
Tahun 1979/1980 dimekarkan menjadi 5 Desa
1.       Desa Cibanggala M. Aehudin
2.       Desa Campakawarna A. Suhanda
3.       Desa Campakamulya M. Mustopa
4.       Desa Sukabungah Z. Kosasih
5.       Desa Sukasirna O. Mustopa


Tanggal 21 Mei 1983 terbentuk Perwakilan Kecamatan Campaka, diresmikan oleh Bapak Camat Moch. N. Sopandi disaksikan oleh Tripida, Kepala Dinas, Jawatan dan instansi, Darma Wanita, Pertiwi KecamatanCampaka, dihadapan masyarakat 5 desa bertempat di Lapang Rawabeureum dan sekaligus dan sekaligus Bapak Camat Sukanagara Burdah Atori, B.A., bersama Tripida dan para Kepala Dinas, Jawatan, Instansi Dharma Wanita Pertiwi Kecamatan Sukanagara, meyerahkan MPP Kamantren Campakamulya.

Sehubungan dengan itulah saya atas nama warga masyarakat Kamantren Campakamulya mengusulkan kepada Bapak, seandainya Kamantren Campakamulya dijadikan Kecamatan, nama Kecamatan termaksud supaya Kecamatan CIBANGGALA

Surat ditandatangani oleh Kepala Perwakilan Kamantren Campakamulya E. Kosasih NIP. 010024326 di cap dan ditandatangani

II. Camat Campakamulya dari masa ke masa
1. SIDDIK SUMADISASTRA, B.A.
2. R. NUNUNG RAHMAT, S.H., M.Si. (2006 - 2008)
3. YADI HAENURYADIN, B.A. (2008 s.d. Agustus 2011)
4. PUJO NUGROHO, AP. M.Si.(Agustus 2011 s.d. Desember 2012)
5. Drs. SUGENG SUPRIYATNO (Desember 2012 s.d. 30 Januari 2015)
6. ARIS HARYANTO, AP., M.Si. (30 Januari 2015 s.d. 7 Juli 2017)
7. IYUS YUSUF, S.STP., M.Si. (7 Juli 2017 s.d. 23 Juli 2018)
8. EDI SUHERMAN, S.IP. (Pelaksana Teknis Camat) (24 Juli 2018 s.d. 21 November 2019)
9. CANDRA DWI KUSUMAH, SH. (22 November 2019 - sekarang)

Sidik Sumadisastra, Bc.Hk.
(alm) (2000 - 2008)

R. Nunung Rahmat, SH., M.Si
(2006 – 2008)
Yadi Haenuryadin, B.A. 
(alm) (2008 – 2011)
Pujo Nugroho, AP., M.Si
(2011 – 2012)
Drs. H. Sugeng Supriyatno
(2012 – 2015)
Aris Haryanto, AP., M.Si.
(2015 – 2017)
Iyus Yusuf, S.STP., M.Si.
(2017 - 2018)
Edi Suherman, S.IP.
(Plt. 2018 - 2019)
Candra Dwi Kusumah, SH
(2019 - sekarang

III. Menurut Ketua PKBM Cibanggala, Abidin, S.Pd.I., M.Si.
Cibanggala berasal dari Cimanggala, asal katanya Manggala, seorang keturunan dari Kerajaan Panjalu yang mengembara mencari daerah pertanian baru di daerah lain. Manggala bernama  lengkap Rd. Suryamanggala. Daerah yang dipilih dan dibuka sebagai perkampungan dan pertanian baru adalah sebuah daerah bukit kecil di daerah pegunungan Pasir jambe (bisa dilihat di Peta, klik disini) yang dialiri oleh sungai kecil bernama Cibayongbong. Kebiasaan di daerah sunda, apabila menamai daerah suka diiringi “Ci” yang berarti aliran air di sungai yang berada didekatnya.

Cibanggala asalanya bernama Cimanggala, sesuai dengan nama akhir pimpinan pembuka lahan baru tersebut. Namun, kebiasaan orang sunda dan lama kelamaan huruf M berganti menjadi huruf B.

Cibanggala sekarang merupakan sebuah perkampungan kecil di RT 01 RW 01 Desa Cibanggala Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur 43269. Di Kampung ini berdiri dua buah Pesantren, yaitu: Pesantren yang dipimpin oleh H. Murtado dan satu buah lagi yang dipimpin oleh Aang Jamjar.

Kekhasan dari daerah ini adalah Kue Kelontong, Anyaman Bambu, Gula Aren dan Beras Hitam.

Abidin yang merupakan salah satu keturunan dari Rd. Suryamanggala menuturkan keturunan Rd. Suryamanggala:
Rd. Jayasantika (Kerajaan Panjalu) ----> Rd. Suryamanggala-----> Rd. Suryawidadaha (mbah beregud)

Abidin pun menuturkan bahwa Desa Cibanggala dulunya meliputi: Kecamatan Campakamulya, Desa Sukadana (Kecamatan Campaka), Desa Wangunjaya (Kecamatan Campaka) dan Desa Campaka (Kecamatan Campaka). Pemekaran terjadi beberapa kali yaitu:
  1. Dimekarkan menjadi Desa Cibanggala dan Desa Campaka (Kecamatan Campaka)
  2. Dimekarkan lagi menjadi Desa Cibanggala, Desa Sukadana dan Desa Wangunjaya (Kecamatan Campaka)
  3. Dimekarkan lagi menjadi Desa Cibanggala dan Desa Campakawarna (Kecamatan Campakamulya sekarang)
  4. Dimekarkan lagi menjadi lima desa sekarang yang berada di Kecamatan Campakamulya


  
IV. Pengertian dari berbagai sumber di Internet

a. Bahasa Sanskerta/Sansekerta:


ci = air, aliran air
adalah salah satu bahasa Indo-Eropa paling tua yang masih dikenal dan sejarahnya termasuk yang terpanjang. Bahasa yang bisa menandingi 'usia' bahasa ini dari rumpun bahasa Indo-Eropa hanya bahasa Het. Kata Sanskerta, dalam bahasa Sanskerta Saṃskṛtabhāsa artinya adalah bahasa yang sempurna. Maksudnya, lawan dari bahasa Prakerta, atau bahasa rakyat. 

Bahasa ini merupakan bahasa yang biasa dipakai oleh masyarakat di Kepulauan Nusantara pada zaman dahulu. Dan menurut penulis, Masyarakat Kerajaan Sukapura yang berpindah ke wilayah ini pun ditenggarai memakai Bahasa Sansekerta sebagai bahasa ibunya. Oleh karena itu, penulis menelusuri beberapa situs yang menerangkan tentang Bahasa Sansekerta. 

Setelah berhasil menemukan kata yang dimaksud, penulis berembug dengan Kepala Desa Cibanggala dan Sekretaris Desa untuk meyakinkan. Maka dengan ditemani Sekdes yang juga sedang mendata Rupa Bumi Desa (Tahun 2016) melihat daerah aliran sungai yang membelah pemukiman tertua di Desa Cibanggala hingga ke hulu sungai. Di dapat fakta bahwa di daerah aliran sungai tersebut banyak ditumbuhi pohon-pohon bambu, seperti gombong, bambu tali, dan banyak lagi. Tumbuhan ini apabila dipotong maka tidak berapa lama akan muncul kembali pucuk/tunas yang akan mengganti pohon sebelumnya.  

bangala = bertunas, bertaruk
Cibanggala = Daerah atau kampung yang akan selalu bertunas/bertaruk sepanjang jaman di sisi aliran
sungai yang jernih

Kebiasaan masyarakat sunda di Jawa Barat untuk menamai sebuah daerah biasanya selalu membawa nama aliran sungai yang berada di dekat pemukimannya. Ci berarti air atau aliran air dan bangala berarti bertunas atau bertaruk. dan akhirnya menjadi Cibangala, yang kemudian pelafalan oleh masyarakat modern menjadi CIBANGGALA. dan mempunyai arti daerah atau kampung yang akan selalu bertunas/bertaruk di sisi aliran sungai yang jernih.

Sumber-sumber sebagai referensi:
  1. Wikipedia Sansekerta
  2. Kamus Sansekerta Indonesia
  3. Kamus Sansekerta
  4. Wiktionary: Kamus Bahasa Sansekerta Bahasa Indonesia
b. Koordinat Cibanggala

geographical coordinates: 7° 4' 0" South, 107° 11' 0" East
geographical location: Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, Asia
original name: Cibanggala
data diambil dari: maplandia 

Juga dikenal sebagai Tjibanggala
Para Zona Waktu di Cibanggala adalah Asia / Pontianak/WIB
Sunrise di 05:53 dan Sunset di 17:41. Ini cahaya
Latitude . -7,0666667 °, Longitude .107.1833333 ° 

Untuk Koordinat Kecamatan Campakamulya adalah sebagai berikut:
-7.056525, 107.206103

c. Tempat disekitar Cibanggala

· Cibanggala (0km)
· Cukanggaleuh (mencapai 4,2 km)
· Cigulingan (8.3km)
· Panyindangan (9.3km)
· Tegallega (9.3km)
· Citiis (12,5 kilometer)
· Ciharum (17.1km)
· Cigugup (17.2km)
· Cidadap (17.6km)
· Campaka (18.6km)
· Sukanegara (18.6km)
· Rongga (20.8km)
· Cibitung (20.8km)
· Cibacang (21.2km)
· Panyairan (22.4km)
· Selakopi (22.4km)
· Cisula (22.8km)
· Cikahuripan (23.3km)
· Cijawal (24.8km)
· Cilemong (24.9km)
· Ciseuseupan (24.9km)
· Gunungcampaka (25.3km)
· Pamokolan (25.3km)
· Cicurug (25.5km)
· Muara Satu (25.9km)
· Cihareueus (26.1km)
· Cibogo (26.6km)
· Cimenteng (26.7km)
· Cikulawiang (27km)
· Ciawitali Satu (27.2km)
· Cibedug-kulon (27.4km)
· Cigombong Satu (27.7km)
· Cikondang (27.9km)
· Pasirnangka (27.9km)
· Bojongkoneng (28.5km)
· Cibuluh Dua (28.7km)
· Nyalindung Enam (29km)
· Parakanwayang (29.1km)
· Nangewer (29.1km)
· Bojonghuny (29.2km)
· Pangragajian (29.2k)
 
d. Bukit dan Gunung yang dekat dengan Cibanggala

· Pasir Jambe (13.1km)
· Pasir Bunder (21.8km)
· Pasir Kendeng (23.2km)
· Pasir Citaruna (23.4km)
· Pasir Lumbung (23.8km)
· Pasir Kuda (23.9km)
· Pasir Lemo (25.3km)
· Pasir Pogor (27.1km)
· Pasir DKI (27.3km)
· Pasir Pangukusan (27.3km) · Gunung Patuha gunung berapi
· Gunung Gede gunung berapi
· Wayang-Windu gunung 
· Gunung Malabar gunung berapi
· Tangkuban Perahugunung berapi
· Gunung Kendang gunung berapi
· Gunung Salak gunung berapi
· Perbakti gunung 
· Gunung Papandayan gunung berapi
· Kamojang gunung 
· Gunung Tunggilis (27.8km)
· Gunung Wayang (27.9km)
· Gunung Caluntung (28.8km)
· Gunung Buleud (16.6km)
· Gunung Sumbul (22.4km)
 
e. Sungai yang dekat dengan Cibanggala
· Ci Saranten (28.2km)
· Ci Sarua (28.2km)
. Ci Sokan (1 km)
. Ci bodas (2 km)

f. Air terjun yang dekat dekat dengan Cibanggala
· Ci Curug (12,5 kilometer)
· Ci Dadap (27.9km)
. Ci Kondang (15 km)

g. Kota yang dekat dengan Cibanggala
· Sukabumi kota
· Cimahi kota
· Bandung kota
· Jawa Barat Provinsi
· Purwakarta kota
· Istana Bogor landmark

h. Bandara dekat dengan Cibanggala
· Husein Sastranegara (BDO), Bandung, Indonesia (106.2km)
· Pondok cabe (PCB), Jakarta, Indonesia (208.5km)
· Halim internasional (HLP) Perdanakusuma, Jakarta, Indonesia (211km)
· hatta international (CGK) Soekarno, Jakarta, Indonesia (266.9km)
data diambil dari: Travelingluck

V. Pengaitan/Penyebutan Nama Cibanggala
  • Ditulis dengan ejaan Tjibanggala dalam DE BEVOLKINGSTHEECULTUUR RESIDENTIE WEST-PRIANGAN terbitan H. VEENMAN & ZONEN WAGENINGEN Tahun 1928.          Pada naskah penelitian ini disebutkan tjibanggala, Soekanagara terdapat pada tabel 17. Penelitian ini menyebutkan Hasil Jumlah Penggantian Korporat teh rumah tangga di daerah Priangan. Penelitian dilaksanakan Tahun 1925 dan 1926. Untuk Link naskah tersebut bisa di KLIK DI SINI  
  • Keberadaan Cibanggala dikaitkan dengan sejarah Komando Distrik Militer 0608 Cianjur.   Pada tahun bulan Mei 1949 ditatar Cianjur dibentuk formasi staf teritorial III Bataliyon“H” yang berkedudukan di kampung Cibanggala kecamatan Campaka kabupaten Cianjur dimana pada saat itu situasi dan kondisi wilayah kabupaten Cianjur dalam keadaan pelaksanaan gerilya pasca Indonesia merdeka pimpinan yang dikuasakan pada saat itu adalah seorang perwira terbaik bernama Letnan Satu Agus Jamali. Pada akhir tahun 1949 Staf Teritorial III Bataliyon “H” melakukan Reorganisasi menjadi 2(dua) bataliyon terdiri dari Bataliyon Kala Hitam dipindahkan ke Jakarta dan Bataliyon “H” yang tetap berkedudukan di Cianjur dipimpin oleh Letnan Satu Abdullah Dadi Achdi. Setelah diadakan Reorganisasi menjadi 2 (dua) Bataliyon, Staf Bataliyon “H” dipindahkan dari kampung Cibanggala Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur ke kota Cianjur, dengan perkembangan situasi dan kondisi pada saat itu maka dibentuk pembagian wilayah teritorial dengan pembentukan sub-sub Komandan Distrik Militer (SUB KDM) sebanyak 4 sub.  Sumber: Wikipedia Kodim 0608 Cianjur dan Pengetahuan
  • Terdaftar dalam OVERZICHT van de in 1913 toegekende subsidiën ten behoeve van particuliere inlandsehe seholen. apabila diartikan secara bebas adalah daftar penerima subsidi/hibah pada sekolah pribumi. Tertulis pada kolom Plaats, waar de school gevestigd is  (tempat sekolah didirikan) tertulis Tjibanggala dan Penerima adalah M. Nataatmadja (halaman 2). daftar ini dipublikasikan oleh KOLONIAAL VERSLAG 1914. - I. NEDERLANDSCH (008T-) INDIË. Sumber: PDF OVERZICHT
  • Pada Lampiran Untuk Lembaran Resmi Hindia Belanda keluaran tahun 1922 tertulis  de desa's Tjibanggala, Tjidadap, Soesoekan en Tjimenteng van het voormalig district Tjikondang, thans deel uitmakende van het district Soekanagara ( Desa-desa Tjibanggala, Tjidadap, Sudukan desas dan Tjimenteng dari bekas distrik Tjikondang, sekarang menjadi bagian dari kabupaten Sukanagara). Ini merupakan perpindahan distrik menjadi kabupaten/distrik sukanagara. tertulis pada halaman pdf-nya yaitu halaman 129 no.9798 Sumber: BIJBLADOP HETSTAATSBLADVANNEBERLANDSCH-INDIË yang diunggah oleh Majalah Delpher

VI. Nama-Nama Kepala Desa yang ada di Kecamatan Campakamulya 
    a. Periode 2013 - 2019
        1. H. Asep Kurnia, Kepala Desa Campakamulya
        2. Suhendi (Bah RM), Kepala Desa Campakawarna
        3. Mahmud Romli, S.Pd., Kepala Desa Cibanggala
        4. Agus Ramlan, S.Pd., Kepala Desa Sukabungah
        5. H. Durahman, Kepala Desa Sukasirna

   b. Penjabat Kepala Desa 
        1. Asep Suherman, Pjs. Kepala Desa Campakamulya (Desember 2019 - )
        2. Dedi Saprudin, PJs. Kepala Desa Campakawarna (11 November 2019 - )
        3. Aang Saepul Anwar, S.Pd., Pjs. Kepala Desa Cibanggala (16 September 2019 - )
        4. Budi Wahyu Mawardi, S.IP., Pjs. Kepala Desa Sukabungah (16 September 2019 - )
        5. Ajud Tajudin, S.IP., Pjs. Kepala Desa Sukasirna (16 September 2019 - )

CAMAT CAMPAKAMULYA