Home » , » Tugu Batu Gede: Aset Sejarah Campakamulya yang terlupakan

Tugu Batu Gede: Aset Sejarah Campakamulya yang terlupakan

Diposkan oleh deniwildan | Wednesday, July 3, 2013 | 10:00:00 AM

Batu Gede: Aset Sejarah Campakamulya
yang terlupakan
Tugu ini merupakan sebuah peringatan yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia pada Tahun 1977, tugu ini dibangun sebagai pengingat kepada generasi sekarang, bahwa di Daerah Campakamulya (sekarang), Desa Cibanggala (dulu) telah terjadi perjuangan yang sangat heroik dari Tentara Nasional Indonesia dibantu Masyarakat demi mempertahankan Kemerdekaan  dari rongrongan Hindia Belanda.

Pembangunan tugu ini didasarkan pada peristiwa penyergapan Batu gede oleh Pasukan Hindia Belanda terhadap para anggota TNI maupun masyarakat pendukung kemerdekaan (TKR). Berawal dari ketidakkuasaan pasukan Belanda yang bermarkas di Pasir Gobang Kecamatan Campaka untuk menundukan kesatuan tentara Indonesia yang bermarkas di Kp. Warungkadu Desa Campakamulya (sekarang). Pasukan Belanda terlibat pertempuran di Gunung Angsana (Kecamatan Gunung Halu, KBB, sekarang) dan Pasukan Indonesia (TNI dan Rakyat) bertahan di daerah Kampung Cisokan (Terminal Cisokan, sekarang).  Peperangan tersebut sangat merugikan pihak Belanda, karena Pasukan Republik tidak dapat ditumpas sampai habis, Pasukan Republik bertahan dan bermarkas di Warungkadu. 

Berawal dari pertempuran tersebut, pasukan Belanda selalu mengadakan operasi militer pembersihan terhadap unsur-unsur Tentara Republik yaitu dengan cara patroli dengan regu-regu kecil menyusur kaki Gunung Angsana, yaitu sebelah Utara Desa Campakawarna sekarang. Hal ini juga demi mengamankan jalur perekonomian Perkebunan Panyairan ke Pusat Pemerintahan Belanda di Bandung.

Suatu ketika, Sebuah regu Belanda yang sedang patroli yang berjumlah sekitar Sepuluh orang mempunyai informasi, bahwa beberapa orang Pentolan Tentara Republik dan rakyat (4 orang) membawa informasi penting dari Cianjur dan Tentara tersebut adalah Letnan Kartija, bah ipit, bah inan dan bah oman. Dengan menyamar sebagai masyarakat biasa pemetik teh mereka menuju markas Tentara. 

Pasukan Belanda berada di atas bukit di balik batu gede, dan para pejuang bejalan dengan hati-hati dari kp. Warungkaret. Dengan tiba-tiba diberondonglah mereka oleh patroli Belanda, Letnan Kartija yang membawa Senapan dibalik Bajunya pun mebalas, namun apa daya jumlah patroli belanda lebih banyak. Setelah dikepung dan tembak menembak selama kurang lebih 15 menit pasukan kecil Letnan Kartija tercerai berai. Letnan Kartija ditangkap oleh 5 Orang Patroli Belanda, diberondong dengan peluru namun tidak kena, atau malah tidak mempan. Setelah ditangkap dibukit kecil depan batu gede maka Letnan Kartija dieksekusi dengan pedang. Dan bah ipit gugur diberondong, bah inan ditebas oleh pedang juga dan gugur di bawah pohon kupa yang sekarang bernama Kp. Cikupa. Akan tetapi Bah Oman, lari menyelamatkan diri dan segera menuju markas tentara di Warungkadu melalui jalan Gunung Karang.

Berikut adalah  video yang dibuat oleh Tim 4 Pameran Pendidikan Kecamatan Campakamulya:


 atau dapat langsung diunduh klik disini
Bagikan artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

-----------------------------Mohon Untuk Tidak Memberikan SPAM----------------------------
----------------------- Marilah kita jalin Blogger yang bijak dan santun----------------------

CAMAT CAMPAKAMULYA

KOMENTAR ARTIKEL

KOMENTAR TWITTER

 
Support : Facebook | Twitter | Youtube
Copyright © 2013. CIBANGGALAnet - All Rights Reserved
Template by CW Modified by CG Remodified by Hendra Gunaone & deniwildan
Proudly powered by Blogger