Tim Kreatif Visit Campakamulya (TKVC)


Tim Kreatif Visit Campakamulya seterusnya disingkat TKVC merupakan kumpulan anak muda yang mempunyai visi yang sama terhadap kemajuan Campakamulya. Campakamulya merupakan sebuah wilayah kecamatan di tengah-tengah Wilayah Kabupaten Cianjur. Keberadaan kecamatan ini jauh dari dikenali oleh masyarakat luas baik oleh masyarakat Cianjur maupun lebih luas lagi. Campakamulya yang hanya terdiri dari 5 (lima) desa tersebut terhalang oleh 2 (dua) kecamatan besar dan cukup terkenal yaitu Campaka (induk Campakamulya) dan Sukanagara (kental dengan sejarah bendera merah putih jahitan Fatmawati). Campakamulya pun tenggelam oleh ketenaran salah satu desa yang pernah menjadi induk desa yang meliputi 5 (desa) di Campakamulya dan 2 (dua) desa di Kecamatan Campaka yaitu: Cibanggala. Di sisi lain, Campakamulya tenggelam oleh nama daerah pusat perekonomiannya yang sedari dulu telah eksis, yaitu: Warungkadu (pusat pemerintahan Desa Cibanggala sejak berdiri dan Cisokan, sebuah terminal angkutan umum diperbatasan Desa Campakamulya dengan Desa Cilangari, Kabupaten Bandung Barat). Sejarah Campakamulya bisa dibaca di Sejarah Cibanggala.

Campakamulya merupakan daerah pegunungan, 70 % wilayahnya terdiri dari lembah dan bukit dan sebagian besar penduduknya merupakan petani. Dikarenakan daerah pegunungan yang dialiri oleh beberapa sungai besar menuju lembah, maka tidak dapat dipungkiri di Campakamulya akan banyak ditemukan air terjun atau curug. Salah satunya yaitu Curug Tilu Sukabungah yang buka kembali sekitar Bulan Februari 2017. Ketika itu, Camat Campakamulya, Aris Haryanto, AP., M.Si. berinisiatif untuk mencari potensi wisata yang bisa dikembangkan, dan bersama Tim Ekspedisi yang dimotori oleh Deny Oktoriyana/deniwildan, selaku Kepala Seksi Pemerintahan dan Pembedayaan Masyarakat (PPM) melakukan pengambilan video di Curug Tilu. Tim ini diawaki oleh Entis “menak” Sutisna dan Yudi “Perbakin” Rahtiawan” bekerja sama dengan Perangkat Desa Sukabungah.

Sembilan bulan kemudian seiring dengan bergantinya kepemimpinan kecamatan yaitu beralih ke, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si. kembali menginginkan adanya potensi wisata yang bisa dieksplore. Kali ini, Kasi PPM mencoba kembali membawa Tim Ekspedisi Bulan Februari 2017 namun kali ini bekerja sama dengan Fasilitator Kecamatan (FK) Generasi Sehat Cerdas (GSC) Abud Ubaidillah untuk membuat video profil yang lebih baik. Selepas pengambilan video, di warung kecil, beristirahatlah, sambil ngopi, berdialog santai. Di tengah-tengah obrolan, Kasi PPM berceloteh: “ingin rasanya Campakamulya mempunyai tim kreatif independen yang bisa memperkenalkan potensi-potensi di Campakamulya, ya… untuk gerakan Visit Campakamulya misalnya……” Kejadian ini berlangsung pada tanggal 7 November 2017, Pukul 11.00 dan sorenya hasil Video di Uplod di Channel Kecamatan Campakamulya.

Selorohan ini, asalnya berlalu begitu saja, tidak ada pikiran untuk membentuk tim ini ataupun tim itu, yang ada hanya bagaimana caranya memperkenalkan Curug tilu ini. Seiring dengan keinginan Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar pada saat Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Bulan November 2017, yaitu ingin ada potensi wisata yang bisa diunggulkan di setiap kecamatan. Camat Iyus, langsung memerintahkan Kasi PPM bersama Tim Ekspedisi untuk membuat video yang unik dan artistik untuk memperkenalkan Curug Tilu. Kasi PPM pada waktu itu “lieur” karena Tim Ekspedisi yang bulan lalu ikut tidak bisa bergabung. Entis Menak sedang ke Cianjur Kota, dan Yudi Perbakin sedang melaksanakan Perekaman E- KTP. Dihubungilah FK GSC untuk merapat ke Kantor Kecamatan, dan berdiskusilah untuk membuat sebuah video profil Curug Tilu. Pertemuan tersebut pada tanggal 1 Desember 2017, 1 jam sebelum jumatan.

Pada saat itu, dihasilkan bahwa kita harus membuat sebuah lagu tema Curug Tilu dan Videoklipnya. Dihubungilah Agus Nugraha seorang Guru dari SDN Sukajembar yang mempunyai bakat dengan lagu dan musik oleh FK GSC untuk mengarang sebuah lagu. 3 (tiga) hari kemudian lirik lagu sudah selesai dan dishare ke Camat Iyus dan Kasi PPM. Setelah dirasa cukup maka dimintalah FK GSC oleh Kasi PPM untuk mengaransemen lirik tersebut menjadi sebuah lagu Pop Sunda. Dan 2 (dua) hari kemudian aransemen lagu sudah jadi. Setelah Lagu tema Curug Tilu jadi yang menjadi persoalan adalah siapa yang melantunkannya.

“lieur” lagilah FK GSC untuk mencari pelantun lagu ini, maka FK GSC dengan teman-temannya yang pada waktu itu belum deklarasi TKVC berdiskusi dan menghasilkan keputusan bahwa yang melantunkan lagu ini adalah Ai Sri Yusnia. Ai merupakan seorang bidan di Puskemas Campakamulya dan mempunyai grup musik electone. Vokal Ai cukup merdu dan sesuai dengan genre pop sunda. Malam-malam (9/12/2017) Agus Nugraha bersama teman-teman melaksanakan pengambilan sampel suara Ai yang hanya direkam oleh HP android Agus Nugraha. Seminggu kemudian (16/12/2017), karena permintaan mendesak dari Kasi PPM untuk segera merealease  lagu tersebut, maka FK GSC dan teman-teman berusaha dengan peralatan seadanya yaitu: 1 DSLR, 1 Kamera Digital dan 1 handycam berusaha melaksanakan pengambilan video di Curug Tilu. Proses yang terlalu sempit untuk editing dan mixing lagu serta pembuatan klip yang mengakibatkan kualitas suara dan gambar menjadi kurang. Akan tetapi dengan kelihaian FK GSC di Videoklip, Agus Nugraha di Suara dan Lagu serta Anggi Nurman di Pengambilan Gambar selesailah proses pembuatan Lagu Tema Curug Tilu tersebut dengan hasil yang memuaskan.

Pada Tanggal 21 Desember 2017, pukul 15.00 sore, File klip lagu tersebut diserahkan ke Kasi PPM dan Kasi PPM segera menghubungi Humas Kabupaten Cianjur untuk meminta meluncurkan klip ini di Channel Humas Cianjur. Pukul 16.00, Bayu dari Humas Cianjur merespon dan segera uplod lagu ini di Channel Youtube Humas Cianjur.

Nah, di videoklip ini ada thumbnail, TKVC, maka ditanyalah FK GSC oleh Kasi PPM, apa artinya semua ini. FK GSC menjawab “ini semua karena keinginan bapak untuk mempunyai sebuah tim untuk memperkenalkan Campakamulya”. Esok harinya, berdasarkan petunjuk dari Camat Iyus, maka dibentuklah Tim Kreatif Visit Campakamulya sebagai Tim Dokumentasi dan Publikasi di bawah Seksi PPM yang dipimpin oleh Deny Oktoriyana. Jadi Hari Lahir dari TKVC sepakat adalah 21 Desember 2017, seiring diuplod dan viralnya Lagu Tema Curug Tilu.

Adapun, TKVC ini terdiri dari:
Manager                               : deniwildan
Manager Pelaksana            : abud ubaidillah
Penggarap Lagu dan Musik : agus nugraha
Penggarap videoklip : anggi nurman
Logistik                                 : Agus Triyana dan raden yuspi
 




Lagu Tema Asian Games

(24/7) Gaung Asian Games yang akan berlangsung sejak 18 Agustus 2018 tersebut sudah mengundang banyak respon yang positif. Salah satunya dengan adanya lagu tema "Meraih Bintang" yang dibawakan oleh Via Vallen. Lagu ini sungguh mendapat respon positif dari khalayak ramai secara signifikan. Berkaca dari ini, TKVC sebagai tim kreatif yang mendukung terhadap perhelatan ini mencoba mengeluarkan lagu tema dengan judul "Sang Pemenang".

Tujuan dari pembuatan lagu dan klip ini sebagai representasi dukungan terhadap Pemerintah Indonesia yang akan melaksanakan perhelatan akbar ini. Semoga lagu ini bisa menjadi referensi yang sangat berguna bagi perhelatan ini. Pencipta lagu ini adalah Agus Nugraha dan Dennis S., Editor klip adalah Anggi Nurman dan didukung oleh crew TKVC lainnya.

Berikut klip dari Sang Pemenang:

Puskesmas Campakamulya Persiapkan Lagu Mars

Latihan Mars Puskesmas Campakamulya 
(29/6) Dalam rangka persiapan Akreditasi Puskesmas Campakamulya bekerjasama dengan TKVC (Tim Kreatif Visit Campakamulya)  membuat project lagu Mars untuk memenuhi salah satu penilaian Akreditasi. Ide pokoknya adalah mensosialisasikan Visi dan Misi Puskesmas Campakamulya.

Proses pembuatanya tidak terlalu banyak memakan waktu, kurang lebih tiga hari pada tahap aransmen, Genre musik yang berbau etnik dikombinasikan dengan warna musik lagu mars pada umumnya. Saat ini mars tersebut masih dalam proses mixing  dan take vocal, rencananya akan segera di lounching bersamaan dengan pelaksanaan Akreditasi pada bulan September mendatang. (A. Nugraha/TKVC)


Wakil Adm Perhutani Cianjur Kunjungi Curug Tilu

(30/1) Curug Tilu yang sedang berbenah kembali dikunjungi oleh pejabat setingkat kabupaten. Kali ini (selasa, 30/01/2018) Wakil Adm Perhutani untuk Cianjur Selatan mengunjungi kawasan wisata Curug Tilu. Tim dari KPH Cianjur tersebut diterima oleh Kasi PPM Kecamatan Campakamulya, Deny Oktoriyana dan Sekretaris Desa Sukabungah, Ajud Tajudin.

Dalam kunjungannya Wakil Adm membicarakan mengenai persiapan pengelolaan Kawasan Wisata Curug Tilu. Pengelolaan ini direncanakan akan ditangani atas kerja sama 3 pihak, yaitu LMDH Sukabungah, Pemerintah Desa Sukabungah dan Perhutani KPH Cianjur.

Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:




Setelah Viral di Medsos, Pengunjung Curug Tilu Membludak

(24/12) Setelah fenomena langka dari Campakamulya, yaitu Lagu Tema Curug Tilu dapat menembus 1.600 penonton Youtube hanya dalam waktu 16 Jam, kini Curug Tilu dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai daerah. Pengunjung yang diperkirakan mencapai seribuan orang pada Hari Minggu, 24/12/2017 sejak Pukul 06.00 silih berganti, datang dan pergi ke Curug Tilu. Menurut pantauan salah satu kru Tim Kreatif Visit Campakamulya, Agus Nugraha, pengunjung Curug Tilu, membludak dari berbagai daerah, parkiran penuh, warung-warung ramai.

Video lagu tema Curug Tilu pun masih terus viral hal ini bisa di lihat di Channel Humas Cianjur yang telah menembus 5.000an penonton hanya dalam waktu 2 hari. Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan hal tersebut:




Viral ... !, Video Lagu Tema Curug Tilu

(22/12) Lagu yang menggambarkan keindahan wilayah destinasi wisata baru di Campakamulya, yang biasa disebut Curug Tilu kini viral. Lagu yang diciptakan dan diaransemen oleh Agus Nugraha tersebut divideoklipkan dan diunggah di Channel Humas Cianjur. Hal ini bisa dibuktikan dengan telah ditonton oleh lebih dari 1.600 penonton hanya dalam 14 jam. 

Lagu ini dinyanyikan oleh Ai Sri Yusnia, seorang Bidan dari Puskesmas Campakamulya. Videoklip ini di sutradarai oleh Abud Ubaidillah, FK GSC dan deniwildan, Kasi PPM. Adapun kru yang lain dan tergabung dalam Tim Kreatif Visit Campakamulya adalah Agus Triyana, Anggi dan Yuspi.

Video klip ini pertama kali diunggah oleh Humas Cianjur di Channel youtube-nya dan diunggah kembali oleh Channel Kecamatan Campakamulya. Berikut Videoklip Lagu Curug Tilu yang dimaksud:

Ditemukan Batu Aneh Berbentuk Limas di Curug Tilu

(30/11) Penataan Curug Tilu terus berlangsung, kali ini pembangunan Bale Sawala Utama di atas Pasir Tilu berlangsung di bawah gemericik hujan. Pembangunan Bale dimulai pukul 7.00 hari Kamis, 30/11/2017 setelah dari kemarin mengumpulkan bambu gombong dan bambu tali oleh masyarakat. Perataan dimulai dibawah rintik hujan, perataan ini hanya sekedar untuk meratakan penampang tanah yang akan dipakai tempat bale. Tidak berapa lama, salah satu pekerja terantuk cangkulnya mengenai batu. Pas dilihat batu tersebut cocok untuk dasar "tatapakan" kaki bale. Maka digalilah batu tersebut, namun tak dinyana batu tersebut besar memanjang hingga harus digali dengan kedalaman 1 meter. dan ditemukanlah batu aneh berupa patok berwarna agak kekuningan.

Pelaksana lapangan, Ajud Tajudin, S.IP. langsung menghubungi Kasi PPM untuk menginformasikan penemuan tersebut. Kasi PPM bersama Camat dan Para Pendamping Profesional Desa segera menuju lokasi. Dan memang batu berbentuk patok tersebut mempunyai keunikan. dan penempatan bale pun agak sedikit digeser dari tempat penemuan tersebut.

Batu tersebut berbentuk limas, berwarna agak kekuningan dan mempunyai guratan-guratan teratur sebanyak 3 buah dipinggirnya, dan guratan tersebut rata-rata selebar 5 cm. Tinggi Batu sekitar 80 cm, panjang sisi yang berbetuk segitiga sama sisi sepanjanjang 40 cm setiap sisinya, berat diperkirakan 60 kg. Dilihat dari bentuknya batu tersebut dimungkinkan adalah patok.

Menurut Kasi Kesra dan ekbang Desa Sukabungah, H Aang Ridwansyah, yang ikut pembangunan bale menyebutkan: " .... penemuan batu ini sangat mengejutkan bagi para pekerja yang sedang bergotong royong, batu tersebut tidak dipindahkan ke mana-mana, hanya diangkat ke permukaan tanah ..."

Menurut Ajud, " ... Batu eta siga patok, siga nu dicaritakeun ku kolot baheula, mun benang batu eta, Jawura jadi kota....". Memang betul, menurut mitos yang beredar dimasyarakat bahwa di perbukitan yang mengitari Kampung Jawura akan ditemukan Patok Emas sejumlah 3 buah dan apabila telah ditemukan maka berangsur-angsur kampung jawura akan menjadi kota. Setidaknya menjadi pusat keramaian. Dan selaras dengan mitos tersebut di tempat pembangunan bale ditemukan batu berbentuk patok terbuat dari batu kuning, atau kalau kata orang setempat batu karatan.

Menurut Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si penemuan batu tersebut sudah dikoordinasikan ke pihak terkait. Berikut beberapa dokumentasi mengenai keberadaan batu tersebut:



Para Pendamping Desa Dikerjai Kasi PPM di Curug Tilu

(29/11) Kegiatan yang dilaksanakan Kantor Kecamatan Campakamulya pada hari ini cukuplah menyita pemikiran. Setelah 2 (dua) kegiatan yang cukup menguras tersebut selesai "meriung" lah para pelaku pendamping pembangunan desa tersebut sembari mencandai Ketua TPID yang baru diputuskan. Kasi PPM yang diperintahkan oleh Camat Campakamulya untuk selalu memonitor perkembangan penataan Curug Tilu mempunyai ide sedikit nakal.

Jalan menuju Curug Tilu yang terus-terusan ditimpa hujan pasti sangat licin dan mobil dinas pun akan sedikit oleng apabila penumpangnnya sedikit. Dengan nada tegas dan mengambil nama Pak Camat mengajak para pendamping Desa tersebut. " ... ceuk pa camat, maenya Pak Bupati wae geus tilu kali ari pendamping encan..... Hayu milu!!!!" tegas Kasi PPM

Maka para pendamping desa yang terdiri dari PD Pemberdayaan, Hamzah Ibnu Panca; PDTI, Hersa Juanda; PLD, Asep Ansori dan Sulaeman; serta ketua TPID, Dadan Hasanudin secara serempak berkata: " ....Oke!!! komandan...". Tersenyumlah driver tangguh Mama Menak Sutisna, karena mobilnya akan berat dan tidak akan oleng menapak jalan licin.

Tiba di area Curug Tilu yang baru dibuka dan masih ditata, tanah merah terkena hujan dapat dibayangkan bagaimana keadaannya. Camat, kasi PPM dan Driver tangguh sudah sedia dengan sepatu bot dan jas hujan. Sedangkan para pendamping dan ketua TPID memakai sepatu dan setelan kantor. Begitu indah, kehujanan, "jalan jeblog", pakaian kantor.

Berikut poto-poto saat-saat dikerjai tersebut:


Tim Tanggap Bencana Tinjau Pergerakan Tanah di Sukabungah

(28/11) Pergerakan Tanah kembali terjadi di Kecamatan Campakamulya, tepatnya di Kampung Pasirkaliki Desa Sukabungah pada Selasa Dini Hari, Pukul 03.00. 28/11/2017. Pergerakan tanah yang diakibatkan oleh hujan deras selama 8 jam berturut-turut tersebut memporak-porandakan 1 (satu) unit rumah milik saefuloh. Dalam Kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, dan barang-barang rumah tangga berhasil diamankan ke area aman. Korban pemilik rumah segera dievakuasi ke rumah tetangga terdekat yang masih dalam zona aman. Pergerakan tanah ini juga memutuskan jalan desa antara Desa Sukabungah dan Desa Cibanggala. Jalan amblas sedalam 1 meter dan sepanjang 25 meter.

Sesaat setelah ada laporan kejadian, subuh anggota tim tanggap bencana Kecamatan Campakamulya, Entis Sutisna bersama Kepala Desa, Sekretaris desa dan Kasi Pemerintahan Desa Sukabungah memeriksa keadaan di area bencana. Tidak berapa lama kejadian tersebut dilaporkan langsung oleh Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si ke BPBD Kabupaten Cianjur.

Bersama Tim dari BPBD Kabupaten Cianjur dan Tim Kesehatan Puskemas Campakamulya, Tim Tanggap darurat yang beranggotakan Kasi Kesra Trantib, Cece Herawan, S.IP.; Kasi PPM, Deny Oktoriyana dan Pelaksana, Entis Sutisna dipimpin langsung Camat Iyus didampingi Kades Sukabungah, segera meninjau lokasi pergerakan. Dalam peninjauan ini, Camat Iyus menyarankan agar keluarga saefuloh dievakuasi ke Bale Desa, supaya jauh lebih aman. Namun, Saifuloh menolak dan akan mengungsi ke Rumah saudara tidak jauh dari lokasi pergerakan. Dalam peninjauan ini diserahkan bantuan sementara berupa uang kadeudeuh.

Berikut beberapa poto yang berkaitan dengan peninjauan tersebut:


Curug Tilu: Camat Iyus Pimpin Pembangunan Bale Sawala Utama

(27/11) Hujan sejak subuh seakan enggan mereda. Pukul 7.00 Kantor Kecamatan Campakamulya di Senin, 27/11/2017 ini seakan terselimuti kabut. 15 menit kemudian para pegawai mulai berdatangan sembari bercucuran air hujan dan menggantungkan jas hujan masing-masing. Dan Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si., langsung mengajak semua pegawai untuk briefing di hari pertama minggu terakhir bulan ini, briefing dilaksanakan sebagai pengganti apel.

Pukul 10.00, hujan agak mereda, Camat Campakamulya, Sekmat, Edi Suherman, S.IP.,; dan Kasi PPM, Deny Oktoriyana pun segera menuju BPP Pertanian di sebelah kantor. Di BPP ini akan dilaksanakan Sosialisasi Pupuk Dasuke bagi para Ketua Kelompok Tani yang ada di Campakamulya. Pak Camat segera membuka acara dan mengikuti sampai akhir acara sebelum dzuhur.

Setelah dzuhur berjamaah, hujan kembali lebat, akan tetapi Camat Iyus sudah menjadwalkan untuk ke Curug Tilu. Tim yang ke curug adalah Kasi PPM, FK GSC, Abud Ubaidilah, dan Driver tangguh, entis "mama menak" Sutisna. Setengah jam kemudian, sampai di Curug dan masyarakat pun masih bekerja menata area curug. Masih dipimpin pelaksana lapangan Ajud Tajudin (sekdes), H. Aang (Kasi Ekbang Kesra), Mr. Dandi (kaur Perencanaan) dan Kadus Jawura bersama beberapa Ketua RT dan RW terus menata calon tempat Bale Sawala Utama di Puncak Bukit 1 Curug Tilu.

Camat Campakamulya, sesampainya di lokasi segera memimpin dan membantu masyarakat yang hadir untuk segera mendirikan bale sawal utama. Direncanakan Bale Sawala Utama Curug Tilu akan dibangun sebesar 7 x 7 M dan berdiri kokoh dari bambu di Puncak Bukit 1 Curug Tilu.

Berikut beberapa Poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:


Walau Hujan, Curug Tilu Terus Bersolek

(26/11) Pemerintah Desa Sukabungah, dipimpin oleh Sekretaris Desa, Ajud Tajudin, S.IP (pelaksana lapangan), terus berbenah, menata Curug Tilu. Para perangkat desa, Kasi Pem, Roni Asriadi; Kasi Ekbang Kesra, H. Aang; Kaur Perencanaan, Mr. Dendi; Kaur Umum, Amil Dadan, Kaur Keuangan, Dedi; dan beberapa kepala dusun, RW serta RT menembus hujan membangun Bale Sawala di Puncak 1 Pasir Tilu di hari Minggu, 26/11/2017. Tidak ketinggalan Ketua Karang Taruna, Kang Wawan beserta beberapa kawan-kawannya.

Terlihat, jalan setapak dan tangga menuju Curug walaupun masih "leueur" sudah memakai pengaman dari bambu. Dipinggir-pinggir jalan mulai ditanami bunga-bunga swadaya para perangkat desa dan masyarakat. Warung dan tempat pelepas lelah pun mulai dibangun swadaya oleh masyarakat sekitar. Menurut pemilik warung yang didatangi admin, Bah Aang, " .... semenjak Pak Bupati "huhujanan" di curug, pengunjung mulai ramai berdatangan. Sehari tidak kurang dari 50 (lima Puluh) orang berwisata ke Curug Tilu...."

Berikut beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan bersoleknya Curug Tilu:




Bupati Cianjur "huhujanan" di Curug Tilu

(16/11) Kegiatan Penataan Curug Tilu Desa Sukabungah terus berlangsung, kali ini peninjauan dilaksanakan oleh Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP. dan Kepala Kepolisian Sektor Campaka, AKP. Tata Carmita. Pukul 14.00 awan hitam sudah menggelayut di Area Curug Tilu, dan rintik hujan pun mulai turun perlahan. Ketika Tim peninjauan akan berangkat pulang, Hp Pak Camat berdering, dan ajudan Bupati mengabarkan bahwa Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar beserta keluarga sudah hampir mendekati Area Curug Tilu.

Pas, hujan turun lebat Pak Bupati dan keluarga sampai di area Penataan Curug Tilu. Tim pun berusaha mencari payung untuk mengantar Pak bupati dan keluarga mendekat ke Zona Selfi Curug Tilu. Ada yang unik pada kunjungan kali ini, Istri Bupati Cianjur dan kedua anaknya dengan semangat ingin tahu keadaan Curug sambil "huhujanan". Dan Tim pun "huhujanan" mendampingi Bupati dan Keluarga berfoto di Curug Tilu.

Namun, sekembalinya ke area parkir dan hujan pun masih belum reda. Area yang baru dibuka dan masih tanah merah itu, tidak sanggup menahan ban mobil rombongan sehingga mobil pun tersendat kembali ke jalan utama, "ngosod" kalau kata penduduk mah.... Mobil pun di derek oleh eskavator yang ada di sekitar area.

berikut beberapa dokumentasi pada kegiatan kali ini:




Curug Tilu: Pembukaan Lahan Terus berlangsung

(14/11) Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si dan Kasi PPM, Deny Oktoriyana meninjau kembali area Curug Tilu yang sedang dibuka lahannya. Pembukaan lahan tersebut merupakan perataan tanah untuk pembangunan Bangunan Utama Pesanggrahan dan Bangunan Tambahan berupa Bale Sawala. Tampak beberapa perangkat Desa Sukabungah dan masyarakat membantu pembukaan lahan tersebut.

Pembukaan tanah ini tidak mengganggu sedikit pun pada pepohonan yang berada di area hutan lindung tersebut. Perencanaan pembangunan akan dilaksanakan di sela-sela Pohon Rasamala. Berikut beberapa poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:


CIBANGGALAnet dan arocki.com bersepakat Perkenalkan Curug Tilu

(11/11) Curug Tilu merupakan sebuah wahana air terjun yang berada di Kampung Jawura Kedusunan Jawura Desa Sukabungah Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur. Curug yang baru akan ditata oleh Bupati Cianjur tersebut berada di kawasan hutan lindung milik Perhutani Cianjur. Melalui KRPH Hanjawar Timur I, Petugas dari KPH Cianjur c.q. bidang pariwisatanya mendatangi wahana air terjun tersebut.

Di sela-sela kunjungan Bupati Cianjur ke Curug Tilu yang kedua kalinya dan bertujuan untuk membuka akses dan memperkenalkan Curug Tilu. Owner CIBANGGALAnet dan arocki.com berkenalan. Dua owner dari instansi berbeda tersebut menjadi narasumber dari pertanyaan-pertanyaan Bupati Cianjur mengenai Penataan dan Publikasi Curug Tilu. Kedua owner tersebut bergantian menjawab penasaran Pak Bupati tentang masa depan Curug Tilu.

CIBANGGALAnet merupakan media publisitas dari Seksi Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kecamatan Campakamulya, yang dikepalai oleh Deny Oktoriyana dan arocki.com merupakan salah satu wahana publisitas pariwisata dari KPH Perhutani Cianjur yang dimiliki oleh Jenal Aroki Wijaya.

Inilah moment-moment kesepakatan keduanya:



Crew CIBANGGALAnet:

Dedi Rustan Efendi       -  Penulis
Yudi Rahtiawan             -  Potografer
Jatnika Ruskandi           -  Videografer
Mama Menak Sutisna   -  Driver Tangguh


CFD ada di Campakamulya

(10/11) Sebuah inovasi kegiatan yang merupakan refleksi dari keinginan dan harapan semua elemen masyarakat demi kemajuan dan demi dikenalnya Kecamatan Campakamulya. Lahir dari ide kreatif aktivis-aktivis tangguh dari berbagai bidang yang ada di Kecamatan Campakamulya. Sebuah kegiatan yang merangkum segala jenis hasil kegiatan, terlahirlah sebuah kegiatan dengan Tajuk "CAMPAKAMULYA FESTIVAL DESA". Kegiatan ini dalam rangka Hari Pahlawan, HUT PGRI, Hari Guru dan HUT KORPRI.

Kegiatan atas ide kreatif PGRI Kecamatan Campakamulya dan Generasi Sehat Cerdas Campakamulya, akan digelar pada Tanggal 13 November 2017 - 24 November 2017. Kegiatan ini didukung penuh oleh Kecamatan Campakamulya, 5 Pemerintah Desa, UPTD Pendidikan, Puskesmas, UPT Pendidikan, KORPRI dan Himpaudi. 



Piring Anyaman Bambu Keren dari Desa Campakamulya

Mari Kita belajar hemat dengan menggunakan produk kita sendiri, kini solusi telah hadir di depan anda. Membantu anda Mengurangi pengeluaran anggaran belanja  

1. Tenaga Untuk mencuci
2. pemakaian  sabun Cuci
3. kebutuhan  air

Waktu adalah salah satu guru bagi kami, yang selalu mengajarkan kesabaran ketekunan dan rasa tanggungjawab atas kewajiban,walaupun beribu  hambatan/ halangan/rintangan yang menerpa, waktu tetap berjalan,tanpa lelah tanpa Mengeluh  dan tanpa meminta imbalan, waktu tetap  tabah berjalan sesuai  dengan tugas yang di embannya.
Saya selaku aparatur pemerintahan desa, jabatan Kasi Pemerintahan dan pelayanan umum di Desa Campakamulya merasa bertanggung jawab atas kewajiban dan tugas  sebagai pelayan masyarakat, maka dengan itu munculah rasa ingin meningkatkan tarap hidup warga, Khusus Para Pengrajin, dengan  modal pengalaman yang seminim mungkin dan bekerjama dengan pkk desa. saya coba  untuk berinovasi  melalui  Para pengrajin di Desa Kami.

Terinspirasi dari kejadian memalukan  yang pernah saya alami. Alhamdulillah saya dapat membuat Piring yang tak tembus Sendok garpu dan Alhamdulillah  pada saat ini  telah terbukti, dan Insya Allah barang tersebut kami jadikan wirausaha baru buat pengrajin Desa Kami

Pengelola adalah sulaeman  bekerja sama dengan PKK. Desa Campakamulya, Alamat: Kp. Kupel, RT 03, RW 02 Desa Campakamulya Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur.
No Hp 085721500739 .Hp.0852316372084. Alamat: E-mail:   ssulaeman372@gmail.com, Facebook:  Sulaeman













Pengirim Berita: Admin Desa Campakamulya
-Berguru   pada   Waktu
-Belajar  Pada  Pengalaman
-Terimpirasi dari kejadian
           

GSC Campakamulya Gelar Pelatihan Media Komunitas

(20/10) Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) Kecamatan Campakamulya Gelar Pelatihan Media Komunitas di Aula Sekretariat UPK Cipta Lestari. Pelatihan yang bertajuk "Pembekalan Pengembangan Media Komunitas Desa Kecamatan Campakamulya Tahun Anggaran 2017 dilaksanakan pada Jum'at, 20 Oktober 2017 dan dibuka secara langsung oleh Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si. pada pukul 7.00. Pelatihan ini berlangsung selama 1 hari dan hari ke duanya adalah sekolah lapangan.

Sekolah lapangan dalam konteks ini adalah para peserta ditugaskan untuk membuat 1 (satu) berita komunikatif untuk media sosial dalam waktu 1 minggu, yaitu sampai 26 oktober 2017. Penyampaian berita yang dibuat adalah media cetak, bisa pamplet, bultein, tabloid, leaplet, dll dan data berita dikirimkan ke CIBANGGALAnet.

Adapun yang menjadi narasumber adalah Edi Suherman, (Sekmat); Deny Oktoriyana, (kasi PPM) dan Abud Abdilah, (FK GSC). Berikut beberapa poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:

https://photos.app.goo.gl/cfjqoGY7BiMhkIOD3

Musyawarah Pengembangan Pasar Rakyat Warungkadu

(3/10) Koperasi Serba Usaha (KSU) Ridho Ummat yang menaungi Pasar Rakyat Warungkadu mengadakan Musyawarah dengan para pedagang di pasar tersebut. Musyawarah ini dibuka secara langsung oleh Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si., dan dihadiri oleh lebih kurang pedagang pasar yang menjadi anggota koperasi sekitar 50 orang.

Musyawarah yang berkaitan dengan pengembangan dan kemajuan pasar tersebut juga dihadiri oleh Pejabat dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Cianjur. Pejabat tersebut adalah Kepala Bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Judi Adi Nugroho, SE., dan Kepala Seksi kemitraan, Drs Nangnang kusmarna. Dari Perwakilan Pemerintah Desa Campakamulya pun ikut menghadiri musyawarah ini.

berikut beberapa poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:



Calung Campakamulya gegerkan Helaran Cianjur Jago

(15/7) Lagi-lagi Kecamatan Campakamulya menampilkan hasil dari Awi (bambu). Kali ini setelah bekong awi yang menjadi tren dalam pameran, seni calung dari desa Sukasirna pimpinan Bapak Ahyar, S.Pd. menggegerkan helaran hari jadi Cianjur ke 340 (15/07/2017). 

Seni Calung Sukasirna tersebut terus menampilkan kebolehannya mulai dari titik start di bilangan Jebrod sampai dengan finish di panggung kehormatan yang berada di jalan Siliwangi depan Kantor Kecamatan Cianjur. Sepanjang 6 KM rute helaran, sepanjang itu pula sorak sorai penonton dan permintan selfi dengan pemain calung.

Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si. mengungkapkan kegembiraannnya dengan beejoged bersama grup calung tersebut. Para kepala OPD yang ikut dalam helaran pun ikut-ikutan sepanjang rute helaran.

berikut beberapa poto dan video yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:


Untuk video Bisa dilihat di bawah ini:


Bekong Awi Campakamulya jadi tren di Pameran Cianjur Jago

(14/7) Dalam rangka Hari Jadi Cianjur yang ke 340 tahun, Kecamayan Campakamulya mengirimkan 3 (tiga) Produk Unggulan, yaitu: Bekong Awi, Gula Semut dan Beras Hitam. Kegiatan hari jadi yang digelar sejak Tanggal 12 Juli 2017 tersebut salah satunya kegiatannya adalah pameran produk unggulan dari 32 kecamatan.

Bekong awi yang merupakan salah satu produk unggulan dari Desa Cibanggala Kecamatan Campakamulya dibuat dari awi (bambu) temen yang tumbuh subur di Desa Cibanggala. Produk unik ini banyak diminati oleh para pengunjung, hal ini dicirikan oleh Bapak Bupati Cianjur, Dr. H. Irvan Rivano Muchtar beserta istri yang membeli 1 (satu) set bekong untuk minum teh dan beberapa buah bekong untuk minum kopi. Keunikan produk ini selain cantik untuk pajangan juga bisa dipakai untuk minum kopi atau teh. Panitia kecamatan dalam hari pertama berhasil menjual 10 set bekong untuk minum kopi. Dan produk ini juga diminta untuk dipamerkan di Dekranasda kabupaten Cianjur.


Camat Campakamulya, Iyus Yusuf, S.STP., M.Si, yang baru dilantik 7  juli kemarin menyatakan bangga akan taihan prestasi  tersebut. Berikut beberapa poto yang berkaitan dengan kegiatan tersebut:



CAMAT CAMPAKAMULYA