Home » » Mudik pake tengtop dan kaca mata hitam

Mudik pake tengtop dan kaca mata hitam

Diposkan oleh zahwa wildan | Tuesday, August 5, 2014 | 9:51:00 AM

Mudik pake tengtop dan kaca mata hitam
Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang paling menonjol, apalagi setiap media pemberitaan baik itu cetak maupun elektronik tidak mau ketinggalan dalam menampilkan berita tentang tradisi tersebut.

Pengertian Mudik menurut Wikipedia adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Kata mudik berasal dari sandi kata bahasa Jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh.

Namun di samping dari penjelasan mudik di atas, sebenarnya beberapa negara maju pun mempunyai tradisi mudik walaupun tidak seFantastis di Indonesia. Seperti di Negara Kanada dan Amerika Serikat, para warganya seringkali pulang ke rumah orang tua ketika ada Perayaan Hari Thanksgiving. mereka merayakan hari ini dengan berkumpul dan makan bersama bersama keluarga.

Istilah mudik atau dalam bahasa Sunda disebut Kebo mulih pakandangan merupakan fenomena yang luar biasa. Namun dalam posting kali ini admin tidak akan memaparkan apa itu kegiatan mudik secara keseluruhan. Admin tertarik dengan gaya dan tingkah laku para pelaku mudik ketika sudah berada di kampung halamannya, terutama di Campakamulya.

Minimal seminggu sebelum hari lebaran tiba para mudiker (admin: istilah orang yang mudik) sudah mulai tiba di Kampung Halaman. Mereka ada yang membawa serta keluarga maupun perseorangan bagi yang belum berkeluarga. Mudiker tiba di kampung halaman dengan memakai berbagai jenis transportasi, seperti: motor, mobil maupun menumpang kendaraan umum.

Ada yang terasa sangat menyentuh dan menarik melihat tingkah laku mudiker, terutama dari kalangan pekerja sektor informal. Mereka kebanyakan (berarti tidak semua) bertingkah laku berbeda dengan tingkah laku semasa mereka belum menjadi seorang urban migran. Apabila melihat mereka kita akan tersenyum simpul sambil mengernyitkan kening.

Apabila membawa motor, mereka hampir setiap sore akan melaksanakan jalan-jalan sore dengan motor/mobilnya. Ya.... sambil ugal-ugal juga sih...., berkumpul di pinggir-pinggir jalan sambil memamerkan gadget yang mereka punya. Wah... mereka sudah tidak gaptek teknologi lagi.

Suatu sore dua hari sebelum lebaran, admin dan tetangga ngabuburit di depan rumah kebetulan rumah admin di pinggir jalan. Biasa apabila ngumpul lebih dari dua orang pasti ada saja fokus perhatian yang diobrolkan.
Mang jajang, berguman " wadduh... mani tiris kieu nya pa... ngahodhod..."

Maklum Campakamulya berada di Daerah Pengunungan yang suhunya berkisar 18 0 C - 230 C

Admin: "Enya jang bapa ge teu kuat mandi-mandi acan sore teh...."

Tidak berapa lama lewat seorang wanita muda cantik pake motor metik, sepintas tidak ada yang aneh dan patut diperbincangkan sih, tapi Mang Ule nyeletuk sambil tertawa: "Eta budak batur mah tiris make jeket ge nu karandel ieu mah momotoran make lekmong....ha..haha"

"Na urang mana eta teh, Le?" admin bertanya

"Biasa pa BB karek balik ti Jakarta kamari urang pentas..." jawab Mang Ule sigap

"Naon ari BB mang... jeung naha make lekmong kitu nya..." Tanya admin

"Babu pa... eta meureun rarasaan mah di Jakarta jadi wayah kieu teh hareudang..." jawab Mang Ule.

Nah... dari kejadian tersebut admin bukan berniat meledek, namun ada sesuatu yang perlu direnungkan....., Campakamulya yang berhawa dingin dan sore hari ternyata masih bisa ditembus pakai motor dengan memakai baju Tengtop.

Ada suatu yang harus dipikirkan, setidaknya kebiasaan orang kota yang memakai tengtop atau kaca mata hitam, tidaklah seharusnya dipakai di tempat dingin dan sore hari lagi... Masih banyak kejadian-kejadi "pikalucueun" yang berhungan dengan mudiker di Campakamulya.

Renungkanlah......................
Bagikan artikel ini :

0 komentar:

Post a Comment

-----------------------------Mohon Untuk Tidak Memberikan SPAM----------------------------
----------------------- Marilah kita jalin Blogger yang bijak dan santun----------------------

CAMAT CAMPAKAMULYA

KOMENTAR ARTIKEL

KOMENTAR TWITTER

PANFAGE FACEBOOK

 
Support : Facebook | Twitter | Youtube
Copyright © 2013. CIBANGGALAnet - All Rights Reserved
Template by CW Modified by CG Remodified by Hendra Gunaone & deniwildan
Proudly powered by Blogger